LTE Tak Lama Lagi Menyusul Wimax

Teknologi LTE atau Long Term Evolution bakal segera diluncurkan,  menyusul penerapan komersial Wimax di beberapa negara. Dua negara, Amerika Serikat dan Jepang saat ini sedang uji coba teknologi ini. Di Amerika Serikat operator Verizon Wireless yang serius uji coba. Adapun  di Jepang NTT Docomo sedang bersiap.

Vice President Alcatel Lucent untuk Solutions, Architecture & Technology unit Regional Asia Tenggara dan Selatan, Dirk Wolter, mengungkapkan, “Sistem dan perangkatnya sudah kami kembangkan dan diuji coba,” ujar Dirk.

LTE adalah teknologi lanjutan dari generasi 1xEV-DO. Berbeda dengan Wimax yang awalnya dikembangkan untuk komunikasi data. Menurut Dirk, teknologi LTE berawal dari pengembangan komunikasi suara. Hanya saja kapasitasnya ditingkatkan untuk komunikasi data.

Teknologi ini bekerja di spektrum yang selama ini digunakan oleh telepon seluler, yaitu spektrum 450/850/900/1800/1900/2100 MHz. Tapi bisa juga bekerja di spektrum baru seperti 700 MHz dan 2,5 GHz. Spektrum terakhir adalah spektrum yang dialokasikan untuk teknologi Wimax.

Desain teknologi LTE memisahkan proses downlink dan uplink pada dua pipa spektrum yang berbeda. Kecepatan downlink bisa lebih dari 300 Mbps, sementara kecepatan uplink lebih dari 80 Mbps. Uplink-nya berbasis pada teknologi yang dinamakan SC-FDMA atau Single Carrier Frequency Division Multiple Acces. Dengan teknologi ini baterai handset akan lebih tahan lama meski digunakan untuk koneksi data.

Bagi operator penggunaan teknologi juga jauh lebih menguntungkan. Pasalnya LTE menjanjikan cakupan jaringan yang lebih luas dengan nodes yang lebih sedikit. “Kalau pada jaringan GSM kita butuh 5 nodes maka pada jaringan LTE hanya perlu dua,” ujar Manajer Senior Technical Business Development Wireles Network PT. Alcatel Lucent Indonesia Iman Hirawadi.

Imam mengatakan teknologi ini juga bermaksud memberikan layanan komunikasi suara dan data yang murah pada tataran konsumen. Meski titik beratnya bukan soal harga.  “Nanti ketika teknologi ini sudah ada kita seharusnya bisa menggunakan handset yang bekerja di jaringan UMTS untuk mengakses internet dengan kapasitas lebih besar. Karena LTE ini katakanlah versi UMTS yang advance,” ujar Dirk.

Hanya saja, meski sasarannya koneksi data yang super cepat dan murah, investasinya belum tentu murah. Dirk mengakui untuk pertama kali penerapan teknologi ini akan membutuhkan investasi yang besar terutama untuk perangkat dan infrastruktur. “Tapi segala sesuatu pada awalnya memang pasti mahal,” ujarnya.

Meskipun LTE sering didebat secara sinis sebagai evolusi yang dipaksakan utnuk menyaingi perkembangan Wimax, toh ada yang secara optimis melihat peluang teknologi ini. “Amerika rencananya akan mendeploy teknologi ini untuk komersial akhir 2009 nanti,” ujar Dirk. 

http://www.tempo.co.id/hg/it/2008/09/13/brk,20080913-135269,id.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: